Al ahwal Al Syakhshiyyah

 

Kompetensi lulusan adalah kompetensi akademik yang dimiliki setiap mahasiswa yang terdiri atas kompetensi dasar, kompetensi utama, dan kompetensi tambahan. Kompetensi lulusan Jurusan hukum keluarga (al-ahwal al-syakhshiyyah) telah mengimplementasikan Peraturan Kemendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Untuk mencapai tujuan KKNI, setiap kegiatan harus diarahkan pada capaian pembelajaran yaitu kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja.

 

Deskripsi Profil Lulusan dan Kemampuan Level 6 (Strata 1) Program Studi Hukum Keluarga Islam

 

 

 

1.

Kemampuan

Kerja

Mampu bersikap profesional sebagai praktisi hukum keluarga (al-ahwal al- syakhshiyyah).

Mampu menjelaskan mempraktikan fiqh tentang keperdataan Islam (perkawinan, perceraian, kewarisan, wasiat, hibah, zakat, infaq, shadaqah dan wakaf.

Mampu menjelaskan peraturan perundang- undangan terkait hukum keluarga/ keperdataan islam.

Mampu bertindak sebagai penasehat hukum/ advokat, mediator, arbiter, dan hakim.

Mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai pengguna jasa hukum keluarga Islam.

Mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi (IT) di bidang hukum keluarga Islam.

2.

Penguasaan

Pengetahuan

Menguasai ilmu ushul fiqh untuk melakukan penggalian hukum dari sumber syariat (al-qur'an dan hadits) maupun dari dalil-dalil lainnya.

Menguasai teori fiqh munakahat, fiqh mawaris, fiqh zakat dan wakaf dan lain- lain.

Menguasai peraturan perundang- undangan yang terkait dengan hukum keluarga Islam, seperti undang-undang perkawinan, Kompilasi Hukum Islam (KHI).

Menguasai teori hukum acara peradilan untuk penyelesaian sengketa baik secara litigasi dan teori mediasi/ arbitrase untuk penyelesaian sengketa secara non litigasi.

3.

Kemampuan

Manajerial

Mampu menerapkan jiwa kepemimpinan sebagai praktisi hukum keluarga

Mampu bekerja secara tim (team work) untuk mencapai tujuan (kemaslahatan) bersama

Mampu mengamalkan sifat siddiq, amanah, fathanah, dan tabliqh sesuai dengan profesi yang digeluti.

4.

Tanggung

Jawab

Memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan amanah (tugas, hasil, laporan ) sebagai praktisi hukum keluarga Islam

Memiliki kesadaran untuk mempertanggung jawabkan profesi di hadapan Allah SWT

 

 

 

(1)      Kompetensi Dasar

 

Kompetensi dasar adalah kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai dasar bagi kompetensi utama dan kompetensi tambahan, antara lain:

 

(a)     Memiliki pemahaman yang memadai tentang aqidah islamiyah.

 

(b)     Berkomitmen tinggi untuk mengamalkan ilmu-ilmu syariah dalam lingkup kehidupan.

 

(c)      Menjadikan akhlakul karimah sebagai keutamaan dalam perbuatan sehari-hari.

 

(2)      Kompetensi Utama

 

Kompetensi utama adalah kompetensi yang dimiliki oleh setiap lulusan sesudah menyelesaikan pendidikannya di Jurusan/ Program Studi Hukum Keluarga (Al Ahwal Al Syakhshiyyah) adalah :

 

(a)     Memiliki pengetahuan secara komprehensif tentang hukum Islam, terutama terkait dengan hukum keperdataan Islam mencakup bidang hukum perkawinan, kewarisan, zakat, dan wakaf.

 

(b)     Memiliki pemahaman yang komprehensif tentang keluarga sakinah.

 

(c)      Memiliki sikap ilmiah yang tinggi untuk mengamalkan dan mengembangkan keilmuan syariah.

 

(3)      Kompetensi Tambahan

 

Kompetensi tambahan adalah kompetansi di luar kompetensi dasar dan kompetensi utama yang ditetapkan oleh jurusan sebagai kelengkapan lulusan untuk mendukung profesinya.

 

(a)                Mampu mengamalkan ketentuan hukum keluarga islami dalam kehidupan.

 

(b)                Berjiwa kepemimpinan yang memadai dalam dunia kerja sesuai dengan kompetensinya.

 

(c)                Memiliki kemampuan mengembangkan diri melalui keterampilan kewirausahaan (entrepreneurship).

 

Lulusan Jurusan/Program Studi Hukum Keluarga (Al Ahwal Al Syakhshiyyah) berpeluang untuk memiliki profesi utama sebagai hakim dan advokat serta berpeluang memiliki profesi tambahan, yaitu sebagai praktisi hukum di lingkup Peradilan Agama (panitera, juru sita, dan tenaga administrasi); Tenaga Ahli dan Administrasi di KUA; Mediator; Tenaga Ahli pada Lembaga Fatwa; atau Tenaga Ahli Hisab-Rukyah). Selain itu, lulusan Jurusan/ Program Studi Hukum Keluarga (Al Ahwal Al Syakhshiyyah) juga memiliki peluang untuk menjadi staf ahli di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Praktisi Perbankan Syariah.

Kompetensi utama adalah kompetensi yang dimiliki oleh setiap lulusan sesudah menyelesaikan pendidikannya di Jurusan/Program Studi Al Ahwal Al Syakhshiyyah:
a)    Memiliki pengetahuan secara komprehensip tentang hukum islam, terutama terkait dengan hukum keperdataan islam mencakup bidang hukum perkawinan, kewarisan, zakat dan wakaf.
b)    Memiliki pemahaman yang komprehensif tentang keluarga sakinah.
c)    Memiliki sikap ilmiah yang tinggi untuk meng- amalkan dan mengembangkan keilmuan syariah.

                Latar belakang didirikan Jurusan/Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah UIN Maulana Malik ibrahim Malang adalah untuk memenuhi keinginan masyarakat terhadap pendidikan tinggi hukum islam yang mampu memberi bekal pengetahuan hukum islam, terutama hukum-hukum yang berkenaan dengan keperdataan islam kepada para calon sarjana hukum islam. Sehingga, mereka mampu menerapkan dan mengembangkan keilmuannya di tengah masyarakat.

                Fakultas Syariah UiN Maulana Malik ibrahim Malang bertujuan mencetak Ulama' yang profesional dan berwawasan luas agar mampu memberi solusi terhadap problem hukum yang dihadapi masyarakat.

                Jurusan/Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah UiN Maulana Malik ibrahim Malang didirikan atas dasarKeputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan (Binbaga) Islam No. DJ.II/56 2005 tentang Izin Penye- lenggaraan Program Studi Jenjang Strata Satu (S-1) dan Diploma Dua (D-2) pada Universitas Islam Negeri Malang. Jika diruntut dari sejarah berdirinya, Jurusan/ Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah merupakan pengembangan dari Jurusan Syariah Program Studi Al- Ahwal Al-Syakhshiyyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang yang didirikan pada tahun ajaran 1997/1998 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Binbaga Islam Depag RI No. E/107/Tahun 1998 tanggal 13 Mei 1998.


               Adapun gelar yang diberikan kepada lulusan Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah ditetapkan ber¬dasarkan Keputusan Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama RI No. E/10/Th 2002 yang menjelaskan bahwa gelar untuk Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah adalah Sarjana Hukum Islam yang disingkat S.H.I.
Jurusan/Program Studi Al Ahwal Al Syakhshiyyah terus meningkatkan kualitas, baik bidang akademik maupun administratif dan berusaha mendapatkan pengakuan nasional maupun internasional. Pada tingkat nasional, Jurusan Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah telah terakreditasi A berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor: 013/ BAN-PT/Ak-X/S1/VI/2007. Pada tingkat internasional, Program Studi/ Jurusan Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah telah mendapatkan sertifikat SMM ISO 9001:2000 --yang kini berkonversi menjadi SMM ISO 9001:2008-- yang dikeluarkan oleh UKAS QUALITY MANAGEMENT United Kingdom Nomor: ID08/1219 pada tanggal 31 Desember 2008.

Kompetensi dasar adalah kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai dasar bagi kompetensi utama dan kompetensi tambahan, antara lain:
a) Memiliki pemahaman yang memadai tentang aqidah islamiyah.
b)    Berkomitmen tinggi untuk mengamalkan ilmu-ilmu syariah dalam lingkup kehidupan.
c)    Menjadikan akhlakul karimah sebagai ke- utaman dalam perbuatan sehari-hari.

Sub Kategori

      Mengingat luasnya bidang garapan dan peluang kerja pada Jurusan/Program Studi Al Ahwal Al Syakhshiyyah (Hukum Keluarga Islam), maka diperlukan spesifikasi keilmuan yang dimiliki mahasiswa. Spesifikasi keilmuan ini bukan merupakan pembatasan peluang kerja, tetapi upaya untuk memberikan kompetensi yang lebih profesional kepada bidang keilmuan yang diminati mahasiswa, karena semua mahasiswa yang memilih konsentrasi apapun masih tetap memiliki peluang kerja yang ditawarkan pada Jurusan/Program Studi ini.


       Guna menindaklanjuti usaha di atas dan ber- dasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang No. Un.3/ PP.00.9/2656/2010, maka Jurusan/Program Studi Al Ahwal Al Syakhshiyyah (Hukum Keluarga Islam) mulai tahun akademik 2011/2012 membuka enam konsentrasi sebagai berikut:

         Kurikulum Jurusan/Program Studi Al Ahwal Al Syakhshiyyah (Hukum Keluarga Islam) merupakan se- perangkat matakuliah yang dikembangkan oleh Jurusan/ Program Studi untuk memberikan bekal kepada maha- siswa meraih kompetensi utamanya sebagai hakim Per- adilan Agama. Selain untuk meraih kompetensi utama, matakuliah tersebut juga ditujukan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa yang ingin meraih kompetensi tambahan sesuai dengan minat mereka masing-masing seperti: hakim professional, pegawai KUA, mediator, advokat, mufti, dan ahli falak dengan memilih konsentrasi yang diinginkan.
Secara keseluruhan, Matakuliah yang ditawarkan di Jurusan/Program Studi Al Ahwal Al Syakhshiyyah (Hukum Keluarga Islam) berjumlah 82 Matakuliah yang setara dengan 168 SKS, namun SKS yang wajib diambil oleh mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana ber- jumlah 160 SKS atau 78 Matakuliah dengan perincian sebagai berikut:

NO

KELOMPOK MATAKULIAH

TOTALMK

TOTALSKS

1

MPK / Matakuliah Pengem­bangan Kepribadian Ulul Albab/ Matakuliah Universitas

21

40

2

MKK / Matakuliah Keilmuandan Ketrampilan / MatakuliahFakultas

20

40

3

MKB / Matakuliah KeahlianBerkarya / Matakuliah Jurusan

23

50

4

MPB / Matakuliah PerilakuBerkarya / MatakuliahKonsentrasi

8

16

5

MPBB / Matakuliah PerilakuBerkarya dan Bermasyarakat /Matakuliah Pilihan Jurusan

6 (10)

12 (20)

JUMLAH TOTAL

78 (82)

160(168)

Matakuliah pilihan terdiri dari dua macam, yaitu: mata kuliah pilihan konsentrasi dan matakuliah pilihan jurusan. Matakuliah pilihan konsentrasi berjumlah 16 SKS dan semuanya wajib diambil oleh mahasiswa sesuai dengan konsentrasi yang dipilih. Sedangkan matakuliah pilihan jurusan berjumlah 20 SKS dan yang wajib diambil oleh mahasiswa berjumlah 12 SKS.
Struktur Kurikulum Jurusan/Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah (Hukum Keluarga Islam) disesuaikan dengan SK. Mendiknas No. 232/U/2000 Perihal Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa yang terdiri dari:
a.    Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Ulul Albab yang merupakan Matakuliah Universitas.
b.    Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) yang merupakan Matakuliah Fakultas.
c.    Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) yang merupakan Matakuliah Jurusan.
d.    Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) yang merupakan Matakuliah Konsentrasi.
e.    Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) yang merupakan Matakuliah pilihan Jurusan. dengan perincian sebagai berikut:

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #fevec9 #eef11045 #140114114540